Assalamu'alaikum Wr Wb......Selamat Datang di Anshorulloh
KONFIGURASI TELNET DAN REMOTE DESKTOP PADA WINDOWS 7
· Siapkan dua buah PC, kemudian buat jaringan ad hoc dan setting IP terserah menggunakan kelas manapun yang penting masih dalam satu kelas.
· Klik jendela windows >control panel>system and security>system>remote setting.
· Kemudian checklist dan ikuti gambar 1.0 dibawah ini:

Gambar 1.0
· Setelah itu kita aktifkan service remote desktop.
· Klik jendela windows dan search dengan keyword services.
· Kemudian klik service dan cari service untuk remote desktop seperti gambar 1.1 di bawah ini :

Gambar 1.1
· Klik kanan pada services remote desktop lalu pilih start.
· Setelah itu kita mulai meremote PC .
· Klik jendela windows>all program>accessoris>pilih remote desktop connection.
· Kalo masih belum bisa maka non aktifkan firewall.
· Setelah itu selamat bersenang- senang dan mudah2an sukses.
Gambar hasil remote desktop:

2. Konfigurasi TELNET
· Siapkan dua buah PC, kemudian buat jaringan ad hoc dan setting IP terserah menggunakan kelas manapun yang penting masih dalam satu kelas.
· Aktifkan services telnet, caranya : klik jendela windows > search dengan keyword services>kemudian cari tulisan telnet dan enable kemudian klik kanan pilih start.
· Setelah itu pilih command prompt
· Dan klik peritah :> telnet [host] port
Contoh: telnet 192.168.1.3 23
· Setelah itu kita ngopi dulu dan selamat bersenang-senang.

SUBNETTING
Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan
Ingat rumus untuk mencari banyak subnet adalah 2 n – 2
N = jumlah bit yang diselubungi
Dan rumus untuk mencari jumlah host per subnet adalah 2 m – 2
M = jumlah bit yang belum diselubungi
Contoh kasus dengan penyelesaian I :
Ip address 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0 yang diidentifikasi sebagai kelas B.
Subnet mask : 11111111.11111111.11100000.00000000
3 bit dari octet ke 3 telah digunakan , tingal 5 bit yang belum diselubungi maka banyak kelompok subnet yang bisa dipakai adalah kelipatan 2 5 = 32 (256 – 224 = 32)
32 64 96 128 160 192 224
Jadi Kelompok IP yang bisa digunakan dalah ;
130.200.0.0 - 130.200.31.254 subnet loopback
130.200.32.1 - 130.200.63.254
130.200.64.1 - 130.200.95.254
130.200.96.1 - 130.200.127.254
130.200.128.1 - 130.200.159.254
130.200.160.1 - 130.200.191.254
130.200.192.1 - 130.200.223.254
Contoh kasus dengan penyelesaian II :
Terdapat network id 130.200.0.0 dengan subnet 255.255.192.0 yang termasuk juga kelas B, cara lain untuk menyelesaikannya adalah ;
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan, dapat diketahui IP address adalah kelas B yang octet ketiga diselubungi dengan angka 192…
• Hitung dengan rumus (4 oktet – angka yang diselubung) 256 – 192 = 64
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 64 dan 128.
Jadi kelompok ip yang dapat dipakai adalah
130.200.64.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.199.254
Kasus ;
Kita memiliki kelas B dengan network ID 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0
Dengan cara yang sama diatas sebelumnya ;
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas B dengan octet ketiga terseluibung dengan angka 224
• Hitung dengan rumus (256-224) =32
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 32 yaitu 64 96 128 160 192
Dengan demikian, kelompok IP address yang dapat dipakai adalah ;
130.200.32.1 sampai 130.200.63.254
130.200.64.1 sampai 130.200.95.254
130.200.96.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.159.254
130.200.160.1 sampai 130.200.191.254
130.200.192.1 sampai 130.200.223.254
Kasus :
misalkan kita menggunakan kelas C dengan network address 192.168.81.0 dengan subnet mask 255.255.255.240, maka
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas C dengan oktat ketiga terselubung dengan angka 240
• Hitung (256 – 240) = 16
• Maka kelompok subnet yang dapat digunakan adalah kelipatan 16, yaitu 16 32 48 64 80 96 112 128 144 160 176 192 208 224
Maka kelompok IP address yang dapat digunakan adalah ;
192.168.81.17 sampai 192.168.81.20
192.168.81.33 sampai 192.168.81.46
192.168.81.49 sampai 192.168.81.62
192.168.81.65 sampai 192.168.81.78
192.168.81.81 sampai 192.168.81.94
192.168.81.97 sampai 192.168.81.110
192.168.81.113 sampai 192.168.81.126
192.168.81.129 sampai 192.168.81.142
192.168.81.145 sampai 192.168.81.158
192.168.81.161 sampai 192.168.81.174
192.168.81.177 sampai 192.168.81.190
192.168.81.193 sampai 192.168.81.206
192.168.81.209 sampai 192.168.81.222
192.168.81.225 sampai 192.168.81.238
Kasus :
Sebuah perusahaan yang baru berkembang mempunyai banyak kantor cabang dan tiap kantor cabang mempunyai 255 workstation, network address yang tersedia adalah 164.10.0.0, buatlah subnet dengan jumlah subnet yang terbanyak
Penyelesaian ; 164.10.0.0 berada pada kelas B, berarti octet 3 dan 4 digunakan untuk host, sedangkan 1 kantor cabang ada 254 host, maka ambil 1 bit lagi dari octet ke 3 agar cukup.
Maka subnetmask yang baru
11111111.11111111.11111110.00000000
255. 255. 254. 0
Subnet yang tersedia adalah 256 – 254 = 2, maka subnetnya kelipatan 2 sampai dengan 254.
Jumlah subnet (2 7 – 2) = 128 – 2 = 26 subnet
Jumlah host / subnetnya (2 9 - 2 ) = 512 – 2 = 510 host
164.10.0.0 sampai 164.10.1.0 dibuang
164.10.2 .1 sampai 164.10.3.254
164.10.4.1 sampai 164.10.5.254
164.10.6.1 sampai 164.10.7.254
164.10.8.1 sampai 164.10.9.254
164.10.252.1 sampai 164.10.253.254
Kasus :
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.20.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.192 ini berarti notasi /26.
Jumlah subnet adalah 192, berarti 11000000, maka 22 – 2 = 2
Berapa banyak host per subnet, 26 – 2 = 62 host
Hitung subnet yang valid 256 – 192 = 64 subnet, maka terus tambahkan block size sampai angka subnet mask. 64 + 64 = 128. 128 + 64 = 192, yang tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah 64 dan 128.
Subnet 64 128
Host pertama 65 129
Host terakhir 126 190
Alamat Broadcast 127 191
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 64 atau lengkapnya 192.168.20.64 memunyai host pertama 65 atau 192.168.20.65, host terakhir 126 atau 192.168.20.126 dan alamat broadcast di 127 atau 192.168.20.127.
Kasus
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.
Berapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 23-3 = 6
Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau 192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau 192.168.10.63.
Kasus kelas C
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.
Berapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 23-3 = 6
Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau 192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau 192.168.10.63.
Kasus :
Di sebuah perusahaan manufacturing yang mempunyai banyak bagian dalam perusahaan tersebut, dimana setiap bagian mempunyai 700 host, network address yang didapat adalah 171.168.10.0, berarti ini kelas B…perhatikan bagaimana jika kita menggunakan kelas C karena kelas C hanya dapat menampung host sebanyak 254 !!!
Classless Inter-Domain Rouitng (CIDR)
Suatu metode yang digunakan oleh ISP untuk mengalokasikan sejumlah alamat pada perusahaan, kerumah seorang pelanggan. ISP menyediakan ukuran blok (block size) tertentu.
Contoh : kita mendapatkan blok IP 192.168.32/28. notasi garis miring atau slash notation (/) berarti berapa bit yang bernilai 1 (contoh diatas adalah /28 berarti ada 28 bit yang bernilai 1).
Nilai maksimum setelah garing adala /32. karena satu byte adalah 8 bit dan terdapat 4 byte dalam sebuah alamat IP (4 x 8 = 32). Namun subnet mask terbesar tanpa melihar class alamatnya adalah hanya /30, karena harus menyimpan paling tidak dua buah bit sebagai bit dan host.
Nilai CIDR
255.0.0.0 /8
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255. 255.224.0 /19
255. 255.240.0 /20
255. 255.248.0 /21
255. 255.252.0 /22
255. 255.254.0 /23
255. 255.255.0 /24
255.255. 255.128 /25
255.255. 255.192 /26
255. 255. 255.224 /27
255. 255. 255.240 /28
255. 255. 255.248 /29
255. 255. 255.252 /30
Keterangan : pola yang dimaksudkan adalah pola 128, 192, 224, 240, 248, 252, dan 254
Dimana 128 dalam binary yaitu = 10000000 (1 bit subnet), 192 dalam binary yaitu 11000000 (2 bit binary) dan seterusnya. Maka hafalkan pola 128, 192, 224, 240, 248, 252 dan 254.
Contoh latihan subnetting : alamat class B
Alamat Network 172.16.0.0 dan subnet mask 255.255.192.0
Subnet 192 = 11000000, 2 2 – 2 = 2
Host 2 14 – 2 = 16.382 (6 bit di octet ketiga, dan 8 bit di octet keempat)
Subnet yang valid 256 – 192 = 64. 64 + 64 = 128
Subnet 64.0 128.0
Host pertama 64.1 128.1
Host terakhir 127.254 192.254
Broadcast 127.255 199.255
Keterangan, maka subnet 64.0 atau 172.16.64.0, mempunyai host pertama 64.1 atau 172.16.64.1 sampai dengan 171.16.127.254 dan alamat broadcastnya 172.16.127.255
Contoh latihan subnetting : alamat class A
Alamat Network 10.0.0.0 dan subnet mask 255.255.0.0
Subnet 255 = 11111111, 2 8 – 2 = 254
Host 2 16 – 2 = 65.534
Subnet yang valid 256 – 255 = 1, 2 , 3 dan seterusnya. (semua di octet kedua). Subnetnya menjadi 10.1.0.0, 10.2.0.0, 10.3.0.0 dan seterusnya sampai 10.254.0.0
Subnet 10.1.0.0 … 10.254.0.0
Host pertama 10.1.0.1 … 10.254.0.1
Host terakhir 10.1.255.254 … 10.254.255.254
Broadcast 10.1.255.255 … 10.254.255.255
Tutorial NMAP
Mungkin bagi para hacker tool ini merupakan salah satu yang harus dikuasai dan sering digunakan karena tool ini simple dan ampuh yang digunakan untuk mengetahui host, service, sistem operasi yang digunakan oleh sistem yang akan dimasuki. Tetapi kita memepelajari ini bukan untuk menjahili orang lain dan merusak sistem orang lain , mungkin hanya untuk pengetahuan yang harus dipelajari untuk digunakan secara positif.
Nmap merupakan sebuah tool yang sudah sangat terkenal ,saking terkenalnya bahkan digunakan oleh sebuah film yang sangat terkenal. Ya siapa yang tidak tahu film Matrix Reloaded ,kalau anda teliti di akhir film itu Trinity menggunakan nmap untuk membobol sistem komputer tenaga listrik darurat yang membuat bangga pembuat tool ini yaitu Fyodor. Ya Fyodor bangga karena Matrix satu-satunya film holywood yang menggunakan metode membobol yang sungguhan tidak seperti Swordfish atau Hackers yang tidak Pernod menunjukkan cara sungguhan. Tetapi sekali lagi saya peringatkan jangan menggunakannya pada system oranglain karena itu perbuatan ilegal dan melanggar hukum yang bisa membuat anda dipenjara.
1.Instalasi Nmap
Nmap yang merupakan singkatan dari Network Mapper merupakan tools para hacker yang digunakan untuk melakukan pemetaan suatu jaringan. Dengan Nmap dapat diketahui, komputer atau host mana yang aktif dan kira-kira dapat di eksploitasi lebih lanjut. Nmap tersedia di berbagai sistem operasi mulai dari Unix, Linux hingga Windows. Anda dapat mendownload di http://www.nmap.org atau http://www.insecure.org/nmap. Pada tulisan ini kami pergunakan Nmap dengan sistem operasi Windows. Namun demikian kami tidak menggunakan versi grafis melainkan versi text atau command line, sehingga instruksi atau command line yang sama dapat Anda lakukan pada sistem operasi lainnya seperti Linux, Unix dan keluarganya. Instalasi Nmap versi windows sangat mudah, yang Anda harus lakukan adalah sebagai berikut:
1. Install Winpcap versi 2.1-beta atau versi yang lebih baru dari http://winpcap.polito.it/, yaitu WinPcap_3_0.exe (versi yang dipakai ketika tulisan ini dibuat)
2. Reboot
3. Download file program Nmap dari www.nmap.org , yaitu nmap-3.45-win32.zip (versi ketika tulisan ini dibuat)
4. Unzip file tersebut menggunakan Winzip atau utility dekompresi lainnya.
2.Memulai Nmap
Sebelum memulai, sebaiknya Anda perlu mengetahui fasilitas apa yang tersedia dari Nmap. Untuk itu Anda dapat memulai dengan melihat option yang tersedia. Untuk mengetahui option yang tersedia dari Nmap, cukup memanggil Helpnya sebagai berikut:
C:\>nmap -h
Nmap V. 3.00 Usage: nmap [Scan Type(s)] [Options]
Some Common Scan Types (‘*’ options require root privileges)
* -sS TCP SYN stealth port scan (default if privileged (root))
-sT TCP connect() port scan (default for unprivileged users)
* -sU UDP port scan
-sP ping scan (Find any reachable machines)
* -sF,-sX,-sN Stealth FIN, Xmas, or Null scan (experts only)
-sR/-I RPC/Identd scan (use with other scan types)
Some Common Options (none are required, most can be combined):
* -O Use TCP/IP fingerprinting to guess remote operating system
-p ports to scan. Example range: ‘1-1024,1080,6666,31337′
-F Only scans ports listed in nmap-services
-v Verbose. Its use is recommended. Use twice for greater effect.
-P0 Don’t ping hosts (needed to scan www.microsoft.com and others)
* -Ddecoy_host1,decoy2[,...] Hide scan using many decoys
-T
General timing
policy
-n/-R Never do DNS resolution/Always resolve [default: sometimes
resolve]
-oN/-oX/-oG Output normal/XML/grepable scan logs to
-iL Get targets from file; Use ‘-’ for stdin
* -S /-e Specify source address or network
interface
–interactive Go into interactive mode (then press h for help)
–win_help Windows-specific features
Example: nmap -v -sS -O www.my.com 192.168.0.0/16 ‘192.88-90.*.*’
SEE THE MAN PAGE FOR MANY MORE OPTIONS, DESCRIPTIONS, AND EXAMPLES
C:\
Cara yang paling sederhana untuk mengetahui apakah sebuah komputer atau host aktif atau tidak aktif adalah dengan menggunakan perintah ping sebagai berikut:
C:\>ping server1
Pinging server1 [128.1.10.25] with 32 bytes of data:
Reply from 128.1.10.25: bytes=32 time<10ms ttl="128
Reply from 128.1.10.25: bytes=32 time<10ms ttl="128
Reply from 128.1.10.25: bytes=32 time<10ms ttl="128
Reply from 128.1.10.25: bytes=32 time<10ms ttl="128
Ping statistics for 128.1.10.25:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms
C:\>
Hasil reply di atas menunjukkan bahwa host server1 sedang aktif alias tidak mati. Jika hostnya sedang tidak aktif alias mati hasilnya adalah sebagai berikut:
C:\>ping 192.168.1.95
Pinging 192.168.1.95 with 32 bytes of data:
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Ping statistics for 192.168.1.95:
Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms
C:\>
Nah yang menjadi masalah dan bikin pusing adalah bagaimana jika Anda (hacker) ingin mencari tahu apakah ada host yang aktif dalam sebuah network perusahaan tertentu yang terhubung ke internet. Jika network perusahaan tersebut merupakan network kelas C maka jumlah host maksimalnya adalah 256 host. Jadi jika harus menggunakan perintah ping satu per satu, berapa kali Anda harus mengetikkan perintah ping tersebut ? Wah, tentu saja membutuhkan waktu yang lama dan tentu saja bikin pusing dan males. Nmap memberikan solusi yang cepat. Misalnya Anda ingin memeriksa apakah ada host yang aktif pada network kelas C dengan nomor IP 192.168.1.91 s/d 192.168.1.100 Maka Anda dapat memeriksa dengan perintah sebagai berikut:
C:\> nmap -sP 192.168.1.91-100
Starting nmap 3.45 ( http://www.insecure.org/nmap ) at 2003-09-26 15:40
SE Asia
Standard Time
Host NARUTO (192.168.1.91) appears to be up.
Host SASUKE (192.168.1.92) appears to be up.
Host SAKURA (192.168.1.93) appears to be up.
Host NEJI (192.168.1.94) appears to be up.
Host LEE (192.168.1.96) appears to be up.
Host KIBA (192.168.1.97) appears to be up.
Host COUJI (192.168.1.98) appears to be up.
Host ADMINISTRASI (192.168.1.100) appears to be up.
Nmap run completed — 10 IP addresses (8 hosts up) scanned in 9.880
seconds
C:\>
Perhatikan hasil Nmap di atas bahwa dari 10 host yang discan ternyata hanya ditemukan 8 host yang aktif, IP 192.168.1.95 dan IP 192.168.1.99 tidak ditemukan atau tidak aktif atau mungkin memang tidak ada.Mudah saja bukan.
Option –sP merupakan salah satu type scanning dari Nmap berbasis ICMP, dimana umumnya dipergunakan untuk melakukan ping terhadap sejumlah IP sekaligus. Harap diperhatikan bahwa –sP bersifat case sensitive. Jika anda menggunakan –sp maka perintah tersebut tidak dikenal.
Pada umumnya server-server web publik yang baik selalu berada dibelakang firewall, sehingga biasanya proses ping dapat diblokir apabila melewati router atau firewall tersebut, akibatnya Anda tidak dapat mendeteksi apakah server web tersebut aktif atau tidak. Untuk itu diperlukan teknik lainnya untuk memastikan apakah server web tersebut dalam kondisi hidup atau tidak. Perhatikan contoh hasil ping pada server web yang berada di belakang firewall berikut ini:
C:\>ping webserver
Pinging webserver [128.1.7.13] with 32 bytes of data:
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Ping statistics for 128.1.7.13:
Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms
C:\>
Nmap dapat dipergunakan untuk menyiasati masalah diatas yaitu dengan melakukan scanning terhadap port yang terbuka dari host target. Jika host yang menjadi target pemeriksaan adalah server web, maka umumnya akan membuka port 80 http. Dengan memanfaatkan port 80, maka Anda dapat mendeteksi apakah host target tersebut dalam keadaan hidup atau mati.
C:\> nmap -sP -PT80 128.1.7.13
Starting nmap 3.45 ( http://www.insecure.org/nmap ) at 2003-09-26 16:42
SE Asia
Standard Time
Host webserver (128.1.7.13) appears to be up.
Nmap run completed — 1 IP address (1 host up) scanned in 3.890 seconds
C:\>
Option –PT80 menunjukkan port yang akan dimanfaatkan adalah port 80. Default dari Nmap adalah port 80, jadi sebenarnya Anda dapat mencantumkan –PT saja untuk menunjukkan proses scanning melalui port 80.
Selanjutnya Anda dapat pula menguji coba untuk port umum lainnya. Misalnya jika host yang menjadi target Anda adalah mail maka Anda dapat menguji dengan port 25 (SMTP) atau port 110 (POP3), demikian seterusnya.
3.Port Scanning
Port scanning adalah proses koneksi ke port-port TCP atau UDP pada host yang menjadi target untuk menentukan service apa yang sedang berjalan (Listening). Dengan mengidentifikasi port-port yang listening ini Anda dapat menentukan jenis aplikasi dan sistem operasi apa yang dipergunakan pada host tersebut. Service yang dalam status listening ini memungkinkan orang yang tidak berhak menerobos ke dalam host tersebut.
Untuk mengetahui port apa saja yang listening dari sebuah host dapat menggunakan cara sebagai berikut:
C:\> nmap -sS 128.1.71.103
Starting nmap V. 3.00 ( www.insecure.org/nmap )
Interesting ports on (128.1.71.103):
(The 1589 ports scanned but not shown below are in state: closed)
Port State Service
7/tcp open echo
9/tcp open discard
13/tcp open daytime
17/tcp open qotd
19/tcp open chargen
80/tcp open http
135/tcp open loc-srv
139/tcp open netbios-ssn
443/tcp open https
445/tcp open microsoft-ds
1026/tcp open LSA-or-nterm
1031/tcp open iad2
Nmap run completed — 1 IP address (1 host up) scanned in 5 seconds
C:\>
Option –sS merupakan salah satu type scanning dari Nmap yaitu TCP SYN scan yang dipergunakan untuk mendeteksi port apa saja yang terbuka. Teknik ini sering disebut Half Open scan karena dalam melakukan evaluasi terhadap port tidak membuka hubungan komunikasi TCP/IP secara penuh. Artinya secara teknis komputer yang Anda pergunakan untuk mendeteksi port tersebut akan mengirimkan paket SYN ke host target. Jika SYN|ACK paket dikirim balik, berarti port tersebut tertutup. Setelah memperoleh paket balasan, komputer Anda akan menjawab dengan paket RST untuk me-reset hubungan yang hampir terjadi tersebut (itu sebabnya disebut half Open). Teknik ini hampir tidak terdeteksi oleh host target yang tidak secara maksimal mencatat aktifitas portnya. Istilah kerennya –sS adalah stealth scan atau scan yang tidak terdeteksi.
Untuk melakukan scan port tertentu dapat menggunakan option –p sebagai berikut:
C:\>nmap -sS -p 21,23,25,53,80,110 adminristek
Starting nmap 3.45 ( http://www.insecure.org/nmap ) at 2003-09-30 14:50 SE
Asia
Standard Time
Interesting ports on adminristek (128.1.9.81):
PORT STATE SERVICE
21/tcp open ftp
23/tcp open telnet
25/tcp open smtp
53/tcp closed domain
80/tcp open http
110/tcp closed pop-3
Nmap run completed — 1 IP address (1 host up) scanned in 1.590 seconds
C:\>
Perhatikan bahwa terdapat port 53 yang sedang tidak terbuka alias close.
Lebih Jauh tentang Jenis Port Scanning pada Nmap
Setiap pengelola sistem memiliki strategi pengamanan yang berbeda-beda. Untuk itu cara-cara yang telah dijelaskan di atas mungkin tidak selalu dapat diterapkan. Nmap sendiri memberikan beberapa teknik port scanning untuk menghadapi “medan” tempur yang berbeda-beda. Untuk itu terkadang dibutuhkan latihan dan kreatifitas yang tinggi bagi Anda yang ingin menembus sistem pertahanan lawan tanpa diketahui pemiliknya (Oops, kami tidak menyarankan apalagi memprovokasi Anda lho). Diatas telah diperkenalkan beberapa option dari Nmap yang merupakan teknik scan. Berikut ini teknik scan lanjutan yang dapat Anda manfaatkan sesuai dengan medan tempur yang ada:
a. TCP connect scan -sT
Jenis scan ini terhubung ke port host target dan menyelesaikan three-way handshake (SYN, SYN/ACK dan ACK) Scan ini mudah terdeteksi oleh pengelola host target.
b. TCP SYN Scan -sS
Teknik ini dikenal sebagai half-opening scanning karena suatu koneksi penuh tidak sampai terbentuk. Suatu paket SYN dikirimkan ke port host target. Bila SYN/ACK diterima dari port host target, maka Anda dapat mengambil kesimpulan bahwa port tersebut dalam status listening. Jika RST/ACK Anda terima, biasanya menunjukkan bahwa port tersebut tidak listening. Suatu RST/ACK akan dikirim oleh mesin yang melakukan scanning sehingga koneksi penuh tidak akan terbentuk. Teknik ini bersifat siluman dibandingkan dengan TCP koneksi penuh dan tidak akan tercatat pada log host target.
c. TCP FIN scan –sF
Teknik ini mengirimkan suatu paket FIN ke port host target. Berdasarkan RFC 793, host target akan mengirim balik suatu RST untuk setiap port yang tertutup. Teknik ini hanya dapat dipakai pada stack TCP/IP berbasis Unix.
d. TCP Xmas tree scan -sX
Teknik ini mengirimkan suatu paket FIN, URG dan PUSH ke port host target. Berdasarkan RFC 793, host target akan mengembalikan suatu RST untuk semua port yang tertutup.
e. TCP Null scan -sN
Teknik ini membuat off semua flag. Berdasarkan RFC 793, host target akan mengirim balik suatu RST untuk semua port yang tertutup.
f. TCP ACK scan -sA
Teknik ini digunakan untuk memetakan set aturan firewall. Hal ini sangat membantu Anda dalam menentukan apakah firewall yang dipergunakan adalah simple packet filter yang membolehkan hanya koneksi penuh saja (koneksi dengan bit set ACK) atau suatu firewall yang menjalankan advance packet filtering.
g. TCP Windows scan -sW
Teknik ini dapat mendeteksi port-port terbuka maupun terfilter/tidak terfilter pada sistem-sistem tertentu seperti pada AIX dan Free BSD sehubungan dengan anomali dari ukuran windows TCPnya.
h. TCP RPC Scan -sR
Teknik ini spesifik hanya pada sistem Unix dan digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi port RPC dan program serta nomor versi yang berhubungan dengannya
i. UDP Scan -sU
Teknik ini mengirimkan suatu paket UDP ke port host target. Bila port host target memberikan response pesan berupa “ICMP port unreachable” artinya port ini tertutup. Sebaliknya bila tidak menerima pesan tersebut, Anda dapat menyimpulkan bahwa port tersebut terbuka. Karena UDP dikenal sebagai connectionless protocol, maka akurasi teknik ini sangat bergantung pada banyak hal sehubungan dengan penggunaan jaringan dan sistem reources lainnya.
Apapun teknik port scan yang akan Anda pergunakan, Anda perlu berhati-hati dalam menggunakan terhadap host target. Tindakan Anda melakukan port scanning ke host target yang bukan wewenang Anda dapat saja menimbulkan reaksi yang mungkin tidak Anda duga sebelumnya dari pengelola host target seperti serangan balik, pemblokiran terhadap acount oleh ISP dan sebagainya. Jadi sebaiknya Anda menguji coba pada sistem Anda sendiri.
3.Mendeteksi Sistem Operasi
Cara klasik mendeteksi sistem operasi host tertentu sebenarnya dapat dilakukan dengan cara menggunakan telnet sebagai berikut:
#telnet hpux.u-aizu.ac.jp
Trying 163.143.103.12 …
Connected to hpux.u-aizu.ac.jp.
Escape character is ‘^]’.
HP-UX hpux B.10.01 A 9000/715 (ttyp2)
login:
Pengelola sistem komputer yang pengalaman tentu saja tidak akan memberikan banner sistem operasi dengan begitu saja dan biasanya fasilitas banner tersebut mereka memodifikasi atau dihilangkan. Jika hal tersebut terjadi, Anda dapat mencoba dengan cara lain misalnya melalui service yang terbuka semisal FTP sebagai berikut:
# telnet ftp.netscape.com 21
Trying 207.200.74.26 …
Connected to ftp.netscape.com.
Escape character is ‘^]’.
220 ftp29 FTP server (UNIX(r) System V Release 4.0) ready.
SYST
215 UNIX Type: L8 Version: SUNOS
Namun demikian, semua yang default sekali lagi biasanya diubah oleh pengelola sistem komputer. Untuk itu maka umumnya para hacker langsung memanfaatkan Nmap !
Untuk mendeteksi sistem operasi dari host target, sebenarnya Anda dapat menganalisa dari hasil port scanning di atas. Apabila Anda menemukan port 139 dan 135 terbuka, maka besar kemungkinan bahwa host target adalah Windows NT. Windows NT umumnya listen pada port 135 dan 139. Berbeda dengan listen pada windows 95/98 yang hanya listen pada port 139. Aktifnya beberapa port di sistem Unix juga dapat mencirikan jenis sistem operasi tersebut.
Penggunaan option –O diperuntukan untuk mendeteksi jenis sistem operasi, sebagai berikut:
C:\> nmap -O ristbook
Starting nmap V. 3.00 ( www.insecure.org/nmap )
Interesting ports on ristbook (128.1.71.103):
(The 1589 ports scanned but not shown below are in state: closed)
Port State Service
7/tcp open echo
9/tcp open discard
13/tcp open daytime
17/tcp open qotd
19/tcp open chargen
80/tcp open http
135/tcp open loc-srv
139/tcp open netbios-ssn
443/tcp open https
445/tcp open microsoft-ds
1026/tcp open LSA-or-nterm
1031/tcp open iad2
Remote operating system guess: Windows Millennium Edition (Me), Win 2000,
or Win XP
Nmap run completed — 1 IP address (1 host up) scanned in 2 seconds
C:\>
Berikut ini contoh untuk hasil pada sistem operasi Linux:
C:\> nmap -O adminristek
Starting nmap 3.45 ( http://www.insecure.org/nmap ) at 2003-09-26 18:01
SE Asia
Standard Time
Interesting ports on adminristek (128.1.9.81):
(The 1646 ports scanned but not shown below are in state: closed)
PORT STATE SERVICE
21/tcp open ftp
23/tcp open telnet
25/tcp open smtp
79/tcp open finger
80/tcp open http
98/tcp open linuxconf
113/tcp open auth
139/tcp open netbios-ssn
513/tcp open login
514/tcp open shell
1984/tcp open bigbrother
Device type: general purpose
Running: Linux 2.1.X|2.2.X
OS details: Linux 2.1.19 – 2.2.25, Linux 2.2.19 on a DEC Alpha
Nmap run completed — 1 IP address (1 host up) scanned in 12.020 seconds
C:\>
Berikut ini contoh untuk hasil pada sebuah Cisco 1750:
C:\> nmap -sS -O 128.1.8.5
Starting nmap 3.45 ( http://www.insecure.org/nmap ) at 2003-09-30 15:18
SE Asia
Standard Time
Interesting ports on 128.1.8.5:
(The 1655 ports scanned but not shown below are in state: closed)
PORT STATE SERVICE
23/tcp open telnet
79/tcp open finger
Device type: router|switch
Running: Cisco IOS 11.X
OS details: Cisco switch/router with IOS 11.1(7)-11.2(8.10), Cisco
Router/Switch
with IOS 11.2
Nmap run completed — 1 IP address (1 host up) scanned in 30.160 seconds
C:\>
Jika host target hanya membuka port 80 (http), maka kita dapat mensiasati dengan port scanning melalui port tersebut sebagai berikut:
C:\>nmap -PT80 -O webserver
Starting nmap 3.45 ( http://www.insecure.org/nmap ) at 2003-09-26 18:55
SE Asia
Standard Time
Interesting ports on webserver (128.1.7.13):
(The 1647 ports scanned but not shown below are in state: closed)
PORT STATE SERVICE
25/tcp open smtp
80/tcp open http
135/tcp open msrpc
139/tcp open netbios-ssn
445/tcp open microsoft-ds
1027/tcp open IIS
1433/tcp open ms-sql-s
1503/tcp open imtc-mcs
1720/tcp open H.323/Q.931
3372/tcp open msdtc
Device type: general purpose
Running: Microsoft Windows 95/98/ME|NT/2K/XP
OS details: Microsoft Windows Millennium Edition (Me), Windows 2000
Professional
or Advanced Server, or Windows XP
Nmap run completed — 1 IP address (1 host up) scanned in 7.520 seconds
tutorial by : http://jhezer.web.id/tutorial-nmap/
Membuat FTP Server di Ubuntu Hardy Dengan ProFTPD
Ada banyak pilihan untuk ftp server, tapi proftpd adalah salah satu ftp server yang fleksibel dan mudah dikonfigurasi. Dan di tulisan ini akan menjelaskan secara singkat bagaimana menginstal proftpd di Ubuntu 8.04.
FTP adalah protokol yang sudah sangat tua, tapi walaupun begitu masih banyak digunakan untuk keperluan transfer berkas. Mungkin karena kestabilannya dan banyaknya client atau aplikasi yang mendukung proses transfer berkas melalui ftp, yang menyebabkan ftp masih sangat populer.
Instalasi
Menginstal proftpd di Ubuntu, semudah menginstal aplikasi lain dari repositori. Caranya,
sudo apt-get install proftpd
Saat ada pilihan apakah akan menjalankan proftpd via inetd atau standalone, pilih standalone saja. Setelah instalasi selesai, seharusnya proftpd otomatis dijalankan. Jika tidak, coba Anda jalankan perintah berikut.
sudo /etc/init.d/proftpd start
Letak berkas konfigurasi ada di /etc/proftpd/proftpd.conf. Contoh yang diberikan oleh paket proftpd di Ubuntu sudah sangat baik. Tapi tentu saja, Anda tetap bisa mengkonfigurasinya lagi agar lebih sesuai dengan keperluan Anda.
Test Instalasi
Sebelum membahas konfigurasi untuk proftpd, mari kita sedikit meluangkan waktu untuk melakukan sedikit test. Setelah proftpd berhasil dijalankan, Anda bisa melakukan proses cek, apakah proftpd sudah listen atau belum.
sudo lsof -i -n -P |grep "21" |grep LISTEN
Jika proftpd sudah listen di port 21 tersebut, selanjutnya mari kita cek. Seperti pada contoh di bawah ini.
ftp localhost
Connected to localhost.
220 ProFTPD 1.3.1 Server (Debian) [::ffff:127.0.0.1]
Name (localhost:cecep): cecep
331 Password required for cecep
Password:
230 User cecep logged in
Remote system type is UNIX.
Using binary mode to transfer files.
ftp> dir
200 PORT command successful
150 Opening ASCII mode data connection for file list
-rw-r--r-- 1 root root 3169166 May 17 09:23 redmine-0.8.4.tar.gz
drwxr-xr-x 7 cecep cecep 4096 Jul 21 23:47 rubygems-1.3.5
-rw-r--r-- 1 cecep cecep 278469 Jul 22 00:16 rubygems-1.3.5.tgz
226 Transfer complete
ftp>
Membatasi User FTP di homedir
Lihat konfigurasi proftpd.conf, cari baris DefaultRoot, Anda tinggal membuang tanda pagar didepannya, seperti contoh di bawah ini.
# Use this to jail all users in their homes
DefaultRoot ~
Seperti biasa, jika konfigurasi baru sudah Anda simpan, Anda harus merestart service proftpd.
sudo /etc/init.d/proftpd restart
Membatasi Berkas yang Boleh di Upload
Misal, Anda membuat ftp server untuk keperluan kantor. Dan Anda tidak ingin user Anda mengupload berkas-berkas mp3 dan video yang mungkin tidak berkaitan dengan keperluan kantor.
Anda bisa menerapkan konfigurasi berikut.
# Reject files with this extension
PathDenyFilter "\\.(3gp|avi|mp3|mpg|wmv)$"
Contoh lainnya, Anda ingin membatasi besar berkas yang boleh di upload.
# Restrict upload to only 10 megabytes
MaxStoreFileSize 10 Mb
Tuning Untuk Server yang Super Sibuk
Jika FTP server Anda sangat sibuk, mungkin Anda harus mengubah beberapa konfigurasi Timeout untuk kondisi client yang tidak mentransfer, stalled atau yang sedang idle. Tujuannya agar client-client tersebut tidak membebani server, dan memberikan kesempatan ke client lain yang ingin mengakses server Anda.
Nilai default di instalasi Ubuntu, ingat satuannya dalam detik. Jadi 600 artinya 10 menit.
TimeoutNoTransfer 600
TimeoutStalled 600
TimeoutIdle 1200
Anda bisa ubah misalnya menjadi seperti di bawah ini.
TimeoutNoTransfer 60
TimeoutStalled 60
TimeoutIdle 120
Anda juga mungkin bisa menerapkan konfigurasi tambahan seperti di bawah ini.
# Disable Ident Lookups
IdentLookups off
# Disable Reverse DNS Lookups
UseReverseDNS off
# Disable ls -R
ListOptions +R strict
# Disable checking for .ftpaccess
AllowOverride off
# Disable logging to wtmp file
WtmpLog off
Rangkuman
Tulisan ini hanya menjelaskan bagaimana menginstal proftpd, dan konfigurasi dasar saja. Banyak aspek lain yang bisa dikonfigurasi, misalnya autentikasi melalui database mysql atau postgresql, membuat virtualhost dan lainnya. Silakan Anda baca kembali dokumentasi proftpd dari website resminya.
Cecep Mahbub
Seorang buruh IT yang bekerja lebih dari 10 jam di depan komputer per hari. Seorang yang lebih memilih menggunakan command line dari pada klak-klik mouse (jika bisa). Bidang yang ditekuni adalah seputar administrasi server khususnya di Linux.
Bom Hidrogen Penyebab Gempa Bumi
Turut Berduka Gempa Di Padang
Sedih sekali melihat bencana di Tanah Air ini, padahal kita belum lagi bangkit dari keterpurukan.. Gempa di Padang, Sumatera Barat memakan banyak Korban. Gempa dengan kekuatan 7,6 SR ini menghancurkan bangunan dan infrastruktur disana. Jaringan listrik, telepon dan internet rusak. Beberapa saksi disana melihat bahwa tiang listrik saja begoyang sedemikian rupa, menandakan besarnya skala gempa yang terjadi. Entah apakah ini memang Azab atau teguran dari Allah, yang jelas musibah sudah terjadi dan menyisakan kepiluan di hati. Apakah selalu ada hikmah dari semua bencana disekitar kita..? Pasti ada, tapi untuk siapakah hikmah itu seharusnya dikaji dan dijadikan sebagai modal untuk membangun era kedepan yang lebih baik..?
Terkadang kepiluan di hati mengundang saya untuk sedikit kritis bahkan terhadap bencana sekalipun. Terlepas dari kita harus bahu membahu membantu korban bencana, entah berupa Materi, tenaga ataupun doa. Lalu muncul pertanyaan, Allah atau Tuhan yang kita kenal adalah Dzat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Dia yang menciptakan kita melalui kedua orang tua kita, sehingga menimbulkan rasa kasih dan sayang. Lalu mengapa Allah begitu tega pula mecerai beraikannya dengan bencana untuk menunjukkan keegoan dari KetuhananNya? Apakah ini caranya Allah..?
Teman2 ternyata saya Salah..
Saya awali dari cerita Tsunami di Aceh, akhir tahun 2004 lalu. Sebenarnya gempa yang tercatat di kantor Pencatatan Gempa Jakarta adalah 6,4 skala Richter. Tetapi menurut the American NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) diklaim terbaca sebesar 8.0. Richter kemudin NOAA secara terus-menerus memperbaharui membacanya menjadi 8.5, kemudian menjadi 8.9, dan akhirnya 9.0. Perbedaan pencatatan inilah yang mengundang pertanyaan. Apa sebenarnya yang terjadi.?
Anda tahu bom hidrogen ? Kekuatan bom hydrogen adalah 50 kali lebih kuat daripada bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang pada tahun 1945. Bom hidrogen yang mematikan adalah nuklir di dalam nuklir. Pada 1 April 1946 bom yang merupakan hasil temuan Nazi tersebut diuji coba oleh Amerika. Tepatnya di Alaska, terjadi gempa buatan dan menimbulkan efek Tsunami dengan ketinggian 35 meter dan menghancurkan pelabuhan Hilo di pulau Hawaii, memakan korban jiwa 159 orang. Setelah itu saat perang dingin dengan Rusia, ledakan Kedua Bom Hidrogen terjadi di Lepas Pantai Rusia pada tahun 1952, menghasilkan gempa 8.2 SR dan Tsunami. Rusia menyebut dalang Gempa itu adalah Amerika. Kemudian di Alaska pada tanggal 9 Maret 1957, pentagon meledakkan sebuah thermonuklir a BIG ONE. Terjadi gempa berkekuatan 8.3 di selatan Kepulauan Andreanof, di Kepulauan Aleutean, Alaska. Dan mengakibatkan Tsunami setinggi 16 meter. Tahun 1960 terjadi ledakan Bom Hidrogen yang mengakibatkan sebuah gempa bumi yang besar (berkekuatan 9.5) dan Tsunami terjadi di pesisir Chili. Tsunami itu diperkirakan membunuh 2.300 orang di Chili. Gelombang Tsunami sampai ke Jepang dan disekitar wilayah Pasifik. Gelombang menghancurkan Hilo, Hawaii, menghancurkan pantai dan membunuh 61 orang. Kerugian diakibatkan kerusakan diperkirakan seluruhnya berjumlah lebih dari US$ 500 juta. Saat itu Pentagon tidak sedang resmi konflik dengan Chili, namun Pemerintah Chili mengancam mengusir orang2 Rockefeller (Pemimpin Masonic & Illuminati. Orang dibalik perang Dunia) yang mengontrol perusahaan Minyak. Ledakan Kelima Bom Hidrogen Terjadi di Alaska pada tanggal 28 Maret 1964.
Saya jadi teringat bahwa Kiamat ditandai dengan banyaknya Gempa Bumi.. "Tidak akan datang Kiamat sehingga banyak terjadi gempa bumi" [Shahih Bukhari, Kitab Al-Fitan 13 : 81-82]. Saat puasa tahun ini, menjelang lebaran, hingga hari ini banyak sekali terjadi Gempa. Apakah ini pertanda Kiamat sudah dekat.? Saya jawab dengan Tegas.. Ya..! Tapi saya mau memilahnya, mana yang gempa buatan Manusia, mana gempa yang merupakan Kekuasaan Allah.
Bisa diarahkan bahwa Gempa dan Tsunami di Aceh adalah sebuah hasil dari Ledakan Bom Hidrogen. Praduga terhadap sinyalemen itu karena NOAA selalu meng-update besarnya gempa. Bagaimanapun kerusakan karena gempa bisa menjadi ukuran berapa besar gempa yang terjadi. Untuk ukuran 6,4 SR tak akan menyebabkan gempa dan Tsunami seperti yang terjadi di Aceh. Sebab itu dinyatakan bahwa kekuatan gempa hingga sebesar 9 SR. Kantor Pencatatan Gempa Jakarta dengan teliti mencatat pusat gempa bumi yang terjadi pada waktu itu yang lokasinya pada 155 mil di selatan barat daya Provinsi Aceh. Sedangkan menurut NOAA posisinya 250 mil keselatan dari yang semula ditunjuk Kantor Pencatatan Gempa Jakarta. Kecurigaan saya sering muncul saat beberapa orang luar negeri sering memberitakan, pada tanggal sekian waktu sekian akan terjadi gempa di Indonesia. dan isu2 tersebut beredar melalui sms. Padahal siapa yang bisa meramal terjadinya gempa.? Tehnologi itu belum ada. Jadi saya sedikit curiga bahwa mereka bermain2 dengan bahan peledak. India mengetahui sepenuhnya dengan baik bahwa itu bukan sebuah gempa bumi "normal". Pada tanggal 29 Desember Editorial India Daily secara umum mempertanyakan sifat dasar kejadian tersebut:
Apakah ini sebuah pameran kekuatan oleh sebuah negara untuk memperlihatkan malapetaka apa yang biasa diciptakan di wilayah ini?
Dengan tingkat kerusakan yang ada dan sebagai fakta bahwa India merupakan kekuatan regional di Asia Tenggara, Angkatan Laut India bertanggungjawab untuk melakukan penyelidikan dan memberitahukan hasilnya ke seluruh dunia, apa yang telah mereka temukan .
Lalu apakah pemerintah kita mengeluarkan Statement yang (minimal) sama ? Sebab, seperti diketahui gempa Dan Tsunami tersebut menyebabkan Aceh sebagai daerah yang paling parah kerusakannya dan paling banyak Korbannya. Jawabannya : Tidak.. Pemerintah kita terkesima dengan Bencana tersebut, dan merelakan sepenuhnya kapal Militer asing masuk ke wilayah Indonesia. Menerima Bantuan yang tidak lain merupakan Dana Harta Nusantara kita sendiri yang tersimpan di berbagai Dunia.
Allah dengan segala kebijaksanaaanNya tak akan menghancurkan suatu kaum, kecuali Kaum tersebut dan Pemimpinnya sudah sangat Ingkar pada Allah. Sedangkan Aceh, Padang, Tasikmalaya kita ketahui masih terdengar Suara Azan melantun di setiap Masjid dan Surau.. Ataukah Pemimpin2 kita sudah keterlaluan mengabaikan Perintah Allah..? Atau memang ada agenda besar yang dilakukan Elit Dunia untuk membuat Tatanan Dunia Baru, dengan permainan Gempa dan perubahan Cuaca dan menggiring kepada Era 2012..? Wallahu a’lam

